Tentang Kami
Perusahaan milik masyarakat adat Suku Namblong
Badan Usaha Milik Masyarakat Adat berbentuk Perseroan Terbatas. Sahamnya dipegang oleh para Iram dan Tekay, pimpinan 44 marga Suku Namblong di Kabupaten Jayapura, Papua.
- Marga Pemegang Saham
- 44
- Hektar Wilayah Adat
- 52.520
- Jiwa Warga Suku Namblong
- 19.000
- Kampung Adat
- 25
Cerita Kami
Hutan adalah ibu. Menjaganya adalah pekerjaan kami.
Wilayah adat Suku Namblong membentang di Lembah Grime, Kabupaten Jayapura: hutan dataran rendah, sungai, dan kebun yang dijaga turun-temurun oleh 44 marga. Selama bertahun-tahun, tekanan dari pembukaan lahan skala besar dan penebangan tanpa kendali membuat sebagian hutan hilang, sementara masyarakat pemilik wilayah hampir tidak menerima manfaatnya.
Pada 12 Oktober 2022, para pimpinan marga memutuskan untuk mengelola sendiri potensi wilayahnya melalui sebuah Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA). Dua tahun kemudian, pada 30 September 2024, badan usaha itu resmi berbadan hukum sebagai PT Yombe Namblong Nggua, salah satu BUMMA pertama di Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas.
Bentuk perseroan dipilih agar masyarakat adat dapat bermitra, mengakses pasar, dan melindungi wilayahnya dengan kedudukan hukum yang kuat. Kepemilikan saham mayoritas tetap berada di tangan Iram dan Tekay, sehingga kendali atas tanah ulayat tetap terjaga. Keputusan penting diambil dalam Musyawarah Adat Pemegang Saham yang digelar di pondok adat, dengan hidangan dari hasil bumi dan diskusi dalam suasana kekeluargaan.
Kini perusahaan menjalankan lima unit usaha: Ekowisata, Pertanian, Kehutanan, Peternakan, dan Perikanan. Setiap unit dikelola oleh warga Namblong sendiri, dengan satu tujuan yang sama: kemandirian dan kesejahteraan masyarakat adat, tanpa mengorbankan hutan yang menjadi sumber kehidupan.
Perjalanan
Dari musyawarah marga ke perseroan
-
2022 BUMMA dibentuk
Pada 12 Oktober, pimpinan marga Suku Namblong sepakat mengelola sendiri potensi wilayah adat melalui Badan Usaha Milik Masyarakat Adat.
-
2023 Unit pertama berjalan
Pembelian vanili dari petani lokal dan pengembangan destinasi ekowisata dimulai bersama marga pemilik wilayah.
-
2024 Resmi menjadi PT
Pada 30 September, PT Yombe Namblong Nggua diaktakan sebagai perseroan terbatas dengan saham milik Iram dan Tekay.
-
2024 Musyawarah Adat pertama
Pada 30 Oktober, Musyawarah Adat Pemegang Saham digelar di Pondok Adat Idyo Yamo, Kampung Adat Ketmung, Distrik Nimboran.
-
2025 Lima unit usaha
Kehutanan, Ekowisata, Peternakan, Perikanan, Pertanian.
Visi
Membangun kemandirian dan menciptakan kesejahteraan masyarakat adat.
Misi
- 01Menjaga asset tanah, air, udara masyarakat adat Namblong dan mengembangkannya menjadi usaha yang siap bersaing di pasar lokal, domestik, dan internasional.
- 02Membuat produk berkualitas dengan memperhatikan nilai-nilai keberlanjutan dalam produksi barang dan jasa.
- 03Membangun sistem hubungan jual beli bersama dengan para petani, peternak, pedagang, dan penyedia jasa di wilayah adat Namblong
- 04Melakukan perdagangan umum dan khusus untuk produk barang dan jasa dengan sasaran pasar domestik hingga internasional
- 05Meningkatkan produktivitas, ketangkasan, dan kualitas kerja SDM lewat pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Struktur Organisasi
Tata kelola yang berakar pada adat
Kekuasaan tertinggi berada di Musyawarah Adat Pemegang Saham. Dewan Komisaris mengawasi, Direksi menjalankan, dan para manajer memimpin lima unit usaha serta bagian kantor dan keuangan.
Pemegang Saham
Iram / Tekay
Pimpinan 44 marga Suku Namblong
Dewan Komisaris
Abraham Yenetawa
Komisaris Perwakilan Iram/Tekay
Alex Waisimon
Komisaris Perwakilan Masyarakat
Kornelia Yewi
Komisaris Perwakilan Perempuan
Direksi
Yohana Tarkuo
Direktur Utama
Yusup Kasmando
Direktur Operasional
Koordinasi ke Direktur Utama
Pengurus Bidang
Orang-orang di balik setiap bidang
Manajer Ekowisata
Mariane Kekri
Manajer
Ekowisata
5 orang pengurus
Mengelola destinasi Nggam Bu dan paket wisata alam bersama marga pemilik wilayah, dari pemesanan hingga pendampingan tamu di lapangan.
Simon Manggo
Koordinator Lapangan
Oktovianus Manggo
Petugas Pelayanan dan Tiketing
Rudi Wasuai
Seksi Kebersihan Sungai
Hana Manggo
Seksi Konsumsi
Manajer Pertanian
Ruth Balli
Pertanian
6 orang pengurus
Mendampingi petani vanili, jagung, dan padi, membeli hasil panen dengan harga yang adil, lalu mengolah dan memasarkannya.
Debi Bano
Koordinator Komoditas Jagung
Wilson Kasmando
Koordinator Komoditas Padi
Ribka Waibro
Koordinator Komoditas Vanila
Benyamin Bai
Pengelola lapangan dan Kebun Vanila
Dorlince Yambeyabdi
Kasir & Administrasi Vanila
Manajer Kehutanan
Petrus Wambukomo
Kehutanan
3 orang pengurus
Melindungi hutan adat, memetakan lahan kritis, mengelola persemaian, dan menanam kembali bersama marga pemilik wilayah.
Derek Demotekay
Koordinator Patroli Hutan
Victor Giay
Staf Pengelolaan Hutan
Manajer Peternakan
Julio Yosmar Sabloit
Peternakan
3 orang pengurus
Mengelola peternakan babi dengan kebun pakan sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada pakan dari luar daerah.
Fernando Sanggrangbano
Staf Ops. Perawatan Babi
Samuel Bukwab
Staf Kebun Pakan & Hijauan
Manajer Perikanan
Simson Sem
Perikanan
3 orang pengurus
Membudidayakan ikan lele dan mujair di kolam-kolam kampung dan mengatur siklus panen agar pasokan ke pasar tetap stabil.
Yulfrianto Tecuari
Staf Ops. Perawatan Lele
Simon Yoshua
Staf Ops. Perawatan Mujair
Manajer Manajemen
Sola Felle
Manajemen
4 orang pengurus
Mengelola operasional kantor, pemasaran dan komunikasi, humas dan K3, serta sarana dan prasarana.
Novalentina Giay
Staf Pemasaran & Komunikasi
Terry Yoshua
Staf Humas & K3
Rehabeam Buwe
Staf Sarana & Prasarana
Manajer Keuangan
Krystina A. Yesi
Keuangan
3 orang pengurus
Mengelola keuangan, administrasi, dan pelaporan kepada pemegang saham secara terbuka.
Lusiana Y. Moa
Staf Keuangan
Kornelia Kmur
Admin Keuangan